Senin, 25 Desember 2017

Yogyakarta

Benar adanya ketika orang berkata
Bahwa jogja adalah kota istimewa
Benar adanya ketika orang bersuara
Katanya jogja sulit dilupa

Malam ini bersama hujan
Aku menatap nanar langit-langit kamar
Terbayang yogyakarta dan seluruh kenangannya
Ternyata aku rindu hari itu

Dimana aku merasa sesuatu selalu bersamaku
Melindungi manusia lemah ini dengan teduhnya malam itu
Dan dengan segala canda yang tidak di rekayasa

Aku tidak lupa dengan bahagia
Mengingat itu, mungkin adalah hal yang menyakitkan
Karena sekarang hanya tersisa kenangan
Tapi percayalah, akan tetap ku abadikan

Tunggu aku kembali kesana
Tapi tidak dengan kenangan indah
Melainkan bersama masa depan yang cerah
Dan bersama hati yang sudah berubah

Hujan Dan Senja

Hujan dan senja tak beda
Keduanya sama-sama beri bahagia
Meski keduanya tak menetap lama
Tapi sama-sama kembali dan tak pernah pergi

Aku sangat suka senja
Sebab warnanya indah dan menggoda
Aku pun suka hujan
Karena rintikannya mendamaikan

Kemudian bersama senja dan hujan
Aku punya sejuta kenangan
Puji syukur tak lupa ku panjatkan
Kepada Tuhan yang telah menciptakan segala keindahan...

Senjaku Bukan Lagi Kamu

Berawal dari kamu
Kemudian bertemu denganku
Dalam satu ruang sendu yang tak semu
Lalu langit dan bumi menyeru
Kalian harus bersatu

Pada hari itu
Aku adalah manusia teristimewa
Merasa diperlakukan seperti ratu oleh rajanya
Namun perlahan bahagia pun pudar

Bersama hari yang sudah lelah menari
Aku pun enyah dari indahnya diri
Hariku usai akibat kamu yang lihai
Mempermainkan janji tanpa bukti

Perlahan tapi pasti
Matahari hampir pergi tinggalkan bumi
Kemudian aku ikut berlari
Menuju bahagia yang mulai bersemi

Tentu saja aku mengejar senja
Yang sangat indah di pelupuk mata
Tapi mulai saat ini
Senjaku bukan lagi kamu

Semesta memintaku menunggu
Senja yang perlahan layu
Kemudia aku diam dalam dekap angin malam
Dipeluk erat oleh kebahagiaan

Senjaku telah gelap tak menggoda
Tapi aku tetap saja menyukainya
Karena damai setelahnya
Dan aku akan selalu menantikannya

Senja Baruku

Senjaku tak melulu tentang jingga
Terkadang gelap gulita
Jika kau mencari yang sempurna
Hal itu tak kan pernah ada

Jika kau mencari yang lebih
Kau pasti akan banyak merasa perih
Ketika kau berkata
Ingin mencari yang lebih bisa membuatmu bahagia
Maka itu akan sia-sia

Karena menurutku senjaku adalah cintaku
Aku terima gelap dan terangnya
Aku syukuri indah dan buruknya
Aku nikmati datang, pergi, dan kembalinya

Aku harus katakan
Bahwa aku bukanlah pendusta
Karena aku tak pandai menuai janji
Lalu dengan mudah mengingkari dan pergi

Aku adalah penikmat sastra dan senja
Walau aku tak pandai merangkai kata
Meski aku tak selalu merindu
Tapi aku tetap setia membaca dan menunggu senjaku

Silahkan katakan bahwa aku wanita lugu
Yang bodoh karena tetap menunggu
Tapi beginilah aku
Ketika janji kuucapkan tak mudah ku lenyapkan

Namun ketika senjaku pergi dan tak lagi kembali
Itulah saatnya aku berhenti
Tapi aku akan tetap mencari
Walau sampai ke tempat tertinggi

Dan menemukan senja yang lebih pantas dinikmati
Bukan lagi kamu yang pergi
Tak ada lagi kamu yang menyakiti
Sebab kau tak kan pernah kembali

Tapi aku akan selalu bahagia
Bersama senja yang baru kutemui
Yang lebih paham cara mencintai
Dan tak akan pernah ingkar janji

Minggu, 24 Desember 2017

Jika Senjaku Bukan Kamu

Aku tahu rupaku tak secantik mereka
Aku juga paham sikapku tak sebaik dia
Aku bukanlah wanita yang shaliha
Aku juga bukan wanita yang lembut hatinya

Tapi kau harus tahu
Bahwa kamu pun tak sebaik yang ku kira
Aku hanya menerka indahmu saja
Apakah kau tulus dan setia?
Dan kenyataannya tidak

Dulu kau berkata bahwa aku istimewa
Tapi kini kau berlalu begitu saja
Dulu kau bicara bahwa aku satu-satunya
Namun hari ini kau pergi tanpa permisi

Mulai hari ini aku putuskan
Biar kita cari bahagia sendiri-sendiri
Tidak lagi berjalan beriringan
Tapi silahkan lari sekuat hati

Jika senjaku bukan kamu
Maka aku akan tetap mencari itu
Karena keindahan hakikatnya tidak semu
Maka aku akan menanti senja yang ku mau

Sabtu, 14 Oktober 2017

Selembar kertas

Bahagia dan duka yang tak mudah reda
Aku pun tak bisa bercerita
Tak pandai ku umbar rasa
Atas apa yang telah mendera

Hanya dalam selembar kertas
Aku mudah berimaji dengan bebas
Tanpa takut rahasiaku meretas
Kepada setiap orang yang kurang pantas

Kawanmu baik, tapi tak bisa berkutik
Ceritamu mungkin menarik
Bagi mereka yang ingin mengusik
Kemudian dijadikan bahan gosip yang menggelitik

Temanmu perduli, tapi hanya sebatas simpati
Belum tentu meredakan segala emosi
Karena bercerita tak tentu kurangi derita
Bisa jadi semakin banyak timbulkan luka

Maka itu aku lebih bahagia
Ketika aku bisa menulis
Sehingga mereka hanya bisa menduga
Tanpa harus mengorek luka hingga kalis

Minggu, 01 Oktober 2017

Riak yang terhenyak

Ketika kamu memutuskan sesuatu
Bertahanlah meski menyakitkan
Karena itu adalah pilihan
Yang terlihat indah pasti tak akan mudah

Karena segalanya butuh upaya
Yakinlah bahwa pengorbananmu takkan sia sia
Percayalah bahwa pilihanmu tidak hanya wacana
Teguhkan jiwa untuk sambut bahagia

Air mata pasti sirna
Seiring kerasnya ambisi yang tak reda
Perlahan ciptakan kenyataan
Karena hidup tak sekedar angan

Semangat berjuang mempertahankan
Selamat bersenang senang hadapi cobaan
Dirimu kuat nan hebat
Jadi siaplah bertarung tanpa murung

Coba lihat perairan dalam
Dia tak beriak namun buat kau terhenyak
Jadilah pribadi yang riang
Agar sedihmu tidak akan bersarang

Sabtu, 23 September 2017

Indonesia, katanya

Indonesia, negara luas, katanya
Miliki padi dan bahari, sepertinya
Orang bilang, negara kita kaya
Memang begitu adanya

Tapi mengapa rakyat selalu menderita?
Untuk makan harus meminta
Pendidikan mesti bersusah payah
Akibat siapa?

Negara merdeka, tapi tak lepas dari penjajah
Tanah subur, tapi rakyat tak makmur
Indonesia memang berjaya
Tapi hanya untuk orang kaya

Menindas rakyat biasa
Demi jabatan tinggi dalam negara
Bagaimana bisa bangsa berkarya
Untuk pendidikan pun sulit adanya

Negara ini tak lagi jujur
Lambat laun akan babak belur
Reformasi tak lagi berguna
Akibat individu memiliki paham berbeda beda

Aku sebagai warga negara
Prihatin atas apa yang menimpa
Bagaimana tidak?
Banyak ormas yang melakukan aksi damai
Tapi mengapa masalah tak kunjung usai?

Saat ini adalah masanya
Dimana korupsi dianggap biasa
Narkoba merajalela
Hingga generasi muda tak lagi berkarya



Rabu, 20 September 2017

Hati yang tak tampak

Manusia yang terlihat tak perduli
Katakan saja tak punya nyali
Menurutku, sebenarnya tak begitu
Kita hanya tak bisa lihat dengan naluri

Dia yang terlihat bahagia
Tak tentu benar benar gembira
Kita hanya tahu luarnya
Tanpa berkeinginan tahu yang sebenarnya

Aku pernah pernah melihat dia yang acuh
Tapi ternyata jauh lebih menyayangi dengan penuh
Aku pernah berdusta kepada mereka
Berkata seakan tak mengapa
Tapi nyatanya hatiku terluka

Pesanku kepada kau yang punya hati
Belajarlah lihat semua dengan hati
Agar kau menjadi manusia yang lebih tahu diri
Dan yang terpenting
Kau tidak menilai hanya dari satu sisi

Rabu, 01 Maret 2017

Semesta Bersabda

sedetik yang tidak pelik
hadirkan riang serta tawa
tapi apakah semesta mengatur semua?
termasuk akhir yang duka

aku temukan kalian dalam bahagia
sungguh sangat gembira
sampai tak rela lihat kalian melangkah menjauhi
lalu apakah bisa lupakan segala goresan indah?

sulit menemukan kalian yang baik
tak mudah dapatkan bahagia yang sebenarnya
terngiang canda pun tawa
dalam hari yang sempit bersama masa yang sedikit

hingga kita lupa
bila waktu mulai senja
inginku tetap bersama
tapi apa daya kalian pulang atas pinta semesta

sungguh aku tidak akan berdiam diri
aku akan berusaha persatukan kita kembali bersama
walau tidak sempurna
tapi setidaknya dicoba

kalian pergi atas mimpi
aku disini pun beranjak mencari yang hakiki
ku harapkan kita tidak saling melupakan
atas apa yang telah kita lakukan

dalam hari yang singkat
bersama senja yang tersenyum memikat
aku dengan sekuat tenaga akan meminta dengan doa
hingga semesta bersabda "kalian kembalilah bersama".